Mengapa Aku Berbeda?

Terbersit dalam benak hati, sebuah kalimat yang menjadi beban moril dan senantiasa melintas dalam benak pikiran. Mengapa aku berbeda? Tidak seperti manusia yang lain.

 

Mungkin, keresahan ini pun timbul dihati dan benak pikiran teman-teman yang memang sudah menjadi teman dalam diam, rekan dalam sepi, dan senantiasa hadir ketika sunyi.

 

Mengapa aku berbeda? Apakah aku tidak layak untuk seperti mereka? Apa aku tidak ammpu melebihikapabilitas mereka? Tak bisa sesempurna mereka?

 

Pertanyaan tersebut sudah menjadi bagian masalah setiap harinya dalam hidup, yang membuat resah dan gelisah. Sehingga membuat diri kita merasa tak percaya diri, merenung dan mengungkapkan kekecewaan kepada sang pencipta.

 

Hal tersebut pun sering kali saya rasakan, bahkan saya curahkan dalam setiap sesal dan kecewa. Namun, pada kali ini saya ingin mengubah paradigm berpikir diri saya dan seluruh teman-teman yang membaca tulisan ini.

 

Kita berbeda, bukan berarti kita tak berdaya. Ketika kita tak sama, bukan berarti kita tak berkemampuan. Kita beda berarti kita unik.  Dia bisa fisika, kita bisa kimia. Dia bisa matematika, kita bisa olahraga. Dia bisa fotografi, kita bisa geografi. Bukankah itu lebih baik? Kita saling melengkapi? Mengapa menuntut untuk bisa semuanya?

Ingat, ketika kamu beda. Bukan berarti kalah segalanya, karena dari perbedaan itu menghasilkan perpaduan yang baik. Kamu beda, kamu hebat. Kemampuanmu tak perlu sama dengan yang lain. Yang terpenting landasi segalanya untuk kebermanfaatan.

 

Dari aku si manusia lemah, untukmu manusia hebat. 

Comments